Info Terbaru Parade Teater Muda Bali Utara

Posted by UKM TKSJ UNDIKSHA Sabtu, 31 Mei 2014 0 komentar
SALAM BUDAYA!
SAKSIKAN PARADE TEATER MUDA BALI UTARA
4-7 JUNI 2014 di Wantilan Kampus Bawah Undiksha Singaraja-Bali (Jl. Ahmad Yani No. 67) Pukul 18.00 WITA


Baca Selengkapnya ....

Pementasan Parade Teater Muda Bali Utara tanggal 7 Juni 2014 (2)

Posted by UKM TKSJ UNDIKSHA Rabu, 21 Mei 2014 0 komentar


Oleh : TEATER GALANG KANGIN
Naskah : SALAH
Karya : Teater Galang Kangin



SINOPSIS NASKAH :

Naskah ini menceritakan tentang seseorang lelaki tampan namun bernasib malang dalam mimpi-mimpinya dalam kehidupan.. mimpi untuk menjadi orang berguna dan sukses tak mampu dicapai dari kecil. Kehidupan yang miskin terus menjadi teman hidup lelaki bernama ryan ini. Tidak hanya itu, mimpinya untuk bisa terus bersama kekasihnya pun menjadi tinggal mimpi. Begitu berat kehidupannya hingga dia memutuskan mimpinya untuk bunuh diri.

PROFIL PEMAIN & TIM PRODUKSI
Sutradara : Kadek Nova Ariasa (Nova Soblek)
PimPro : Putu Deby Agastya Narotama.
Pemain : Pande Bagus , Dayananda, Putri, Alit, Tri, Widya, Rina
Tata Lampu : Malinda Apriliana. Belavira Rista. Andy Logo
Tata Musik : Tantri Pratiwi. Desy Kristianingsih
Tata panggung : Sharon Shiprah Tehillah. Indah Devita Sari. Admalia Tutus Wibowo.
Tata Rias : Heny Adawiyah, Ayu Tila W Hari Suputra
Panitia : Yuni Agustrini. Putri Noviyanti. Ratih Widyaningrum.


PROFIL TEATER

Galang kangin lahir pada 25 september 1993 . Muncul ide memilih nama teater “galang kangin” hasil dari inisiatif salah satu anggota teater tahun 1993 saat itu, nama galang kangin digunakan dalam salah satu puisi Drs. Made Suweta Ariawan . Drs. Made Suweta Ariawan adalah pendiri teater galang kangin di SMAN 4 Singaraja. Puisinya yang berjudul galang kangin mendapat apresiasi yang sangat baik bagi halayak umum dan seniman. Sehingga, memunculkan inisiatif dari anggota kala itu untuk memberi nama teater “Galang Kangin”. Selain itu Galang Kangin memiliki filosofi “merupakan suatu harapan dalam wujud kreatifitas yang tidak pernah habis, akan selalu muncul kembali seperti matahari yang selalu terbit dari timur”. Saat ini galang kangin beranggotakan 40-an di dalam SMA. Tapi kami memiliki komunitas galang kangin diluar SMA yang terdiri dari alumni-alumni .
Visi : kita selalu bergerak dibidang seni sastra. Selalu menjalin persahabatan diantara sesame pegiat seni terutama seni sastra .
Misi : kami akan eksis dibidang seni sastra untuk mewujudkan keharmonisan dengan sesama mahluk hidup manusia , tumbuhan , binatang melalui kegiatan kesenian (seni sastra)
Teater ini tidak hanya mempelajari acting,bermonolog , tapi juga membaca puisi , menulis puisi, musikalisasi puisi , dan lain-lain . Disini galang kangin menganggap anggotanya adalah ‘keluarga’ tidak ada kakak kelas ataupun adik kelas . Semuanya setara belajar hal apapun berbagi pengalaman dan saling menghargai .
Teater merupakan extra dalam SMA. Tapi teater tidak hanya sekedar extra kulikuler yang datang mengabsen sekedar mencari nilai . Kami mempelajari banyak hal disini , persahabatan , kekeluargaan , berbagi pengalaman , menjalin cinta dan kasih dan lain segalanya. Kami mengikuti teater mengerti bahwa hidup tak sekedar dengan apa yang kami hadapi . Hidup ini luas universal begitulah galang kangin .

Baca Selengkapnya ....

Pementasan Parade Teater Muda Bali Utara tanggal 6 Juni 2014 (2)

Posted by UKM TKSJ UNDIKSHA Senin, 19 Mei 2014 0 komentar

Oleh : TEATER ANONIM
Naskah : Ringsek
Karya Nanoq Da Kansas
Sinopsis :
Ringsek ditulis Nanoq Da Kansas untuk menjelaskan peritiwa-peristiwa yang sepele, yang kerap kita temui dalam kehidupan sehari-hari. Peristiwa-peristiwa itu kemudian menjadi sebuah paranoid yang mengancam. Akan tetapi, kesepelean setiap peristiwa dalam naskah ini tidaklah begitu bisa disepelekan. Absurditas yang dihadirkan memerlukan perenungan yang lebih.
Parno, salah satu tokoh yang digagalkan ngarit oleh pidato Presiden menjadi salah satu titik fokus kesepelean yang harus disuarakan.

Profil Teater Anonim
Anonim adalah kelompok bermain peran yang dibentuk sekitaran awal 2014. Sebagaimana perkerja seni pertunjukkan lainnya, selain bermain peran dalam kehidupan sehari-hari, kami juga kerap bermain peran di atas panggung. Anonim tidak memliki banyak anggota, pun anggota yang dimiliki tak ada yang tetap. Sebagian besar, setiap kali melakukan pertunjukkan, tak jarang aktor-aktor baru yang menghiasi “panggung” Anonim.
Dalam Parade Teater Muda Bali Utara kali ini, berbekal semangat, kami mencoba membuat pertunjukan dengan anggapan setiap hal yang dipertunjukkan mampu di mengerti dan diterima dengan lapang oleh masyrakat.

Baca Selengkapnya ....

Pementasan Parade Teater Muda Bali Utara tanggal 6 Juni 2014 (1)

Posted by UKM TKSJ UNDIKSHA 0 komentar

Oleh : TEATER KAMPUS SERIBU JENDELA
Judul Naskah: PETANG di TAMAN
Karya: Iwan Simatupang



Sinopsis Naskah:
Pada parade teater muda Bali Utara ini, Teater Kampus Seribu Jendela akan membawakan naskah drama dari Iwan Simatupang yang berjudul ”Petang di Taman”. Naskah ini adalah salah satu naskah Iwan Simatupang, yang menurut kami penuh makna. Menurut kami Iwan Simatupang adalah salah satu penulis yang penuh simbolis. Seperti  naskah ”Petang di Taman” ini, menurut kami naskah ini penuh simbolis yang menggambarkan bagaimana problematika yang dihadapi oleh manusia. Seperti halnya dari segi judulnya yakni ”Petang di Taman”, kami bertanya-tanya kenapa Iwan Simatupang menggunakan taman sebagai latarnya, juga kenapa menggunakan petang untuk suasananya. Kami kira Iwan Simatupang tidak semata-mata menggunakan kalimat itu tanpa ada penyimbolisasian yang dia lakukan terhadap problematika manusia. ”Petang di Taman” menceritakan tentang suasana di taman yang mana taman itu sendiri adalah tempat umum untuk menenangkan diri dari masalah yang dihadapi oleh para tokoh. Namun, ketika semua orang memiliki masalah bertemu dengan orang yang memiliki masalah pula, maka gejolak emosi akan muncul seperti yang terjadi di naskah ini. Tokoh-tokoh yang ada dalam naskah ini adalah Orang tua (OT), Lelaki Separuh Baya (LSB), Penjual Balon (PB), Wanita (W), Pemuda (Pe), Pemudi (Pi). Cerita dimulai di sebuah taman di salah satu kota, orang tua dan lelaki separuh baya saling duduk di kursi yang sama. Tiba-tiba interaksi terjadi ketika si lelaki separuh baya mengatakan hari ini akan hujan. Orang tua itu tidak sependapat dengan si lelaki separuh baya ini dan perbedaan pendapat terjadi. Kemudian, datang seorang penjual balon di hadapan kedua orang itu. Kedua orang itu mempersilakan penjual balon untuk duduk di kursi yang mereka tempati. Tapi, tiba-tiba angin berhembus kencang membuat balon-balon terbang. Penjual balon sedih akan kejadian itu, tapi salah satu balon dapat di ambil oleh orang tua. Bukannya mengembalikan, orang tua itu malah asyik sendri dengan balon itu. Setelah itu datanglah seorang wanita dengan anaknya. Masalah pun terjadi di sini, ketika wanita mencurigai penjual balon adalah orang yang pernah menelantarkannya dan anaknya. Tapi, yang sebenarnya terjadi adalah bukan si penjual balon yang melakukan hal seperti itu terhadap wanita itu. Akhirnya mereka kembali akur. Wanita dan penjual balon pun pergi meninggalkan lelaki dan orang tua. Hingga orang tua pun meninggalkan si lelaki sendirian di taman.

Biografi Teater :
Teater Kampus Seribu Jendela  telah lama berdiri sampai tidak ada yang mengetahui pasti kapan berdirinya teater ini. Teater Kampus Seribu jendela merupakan unit kegiatan mahasiswa (UKM) Universitas Pendidikan Ganesha, Singaraja, Bali. UKM Teater adalah UKM paling tua di Undiksha setelah UKM MENWA. UKM Teater menjadi wadah apresiasi mahasiswa Undiksha yang secara langsung mencintai teater dan ingin berproses lebih jauh lagi mengenai teater. Teater kampus ini rutin mengadakan maupun mengikuti kegiatan sastra dan teater serta menjuarai beberapa perlombaan baik tingkat kabupaten, provinsi, maupun nasional. UKM Teater Kampus Seribu Jendela merupakan perintis kegiatan Parade Teater Muda Bali Utara 2014.




Baca Selengkapnya ....
Template by Cara Membuat Email | Copyright of UKM TEATER KAMPUS SERIBU JENDELA-UNDIKSHA.